Tips Mengatasi Karyawan yang Tidak Mau Dirotasi/ Mutasi

Rotasi adalah penggantian posisi dari posisi yang satu ke posisi yang lain dalam satu level. Misalnya, dari staf keuangan dipindah menjadi staf operasional. Masih sama-sama level staf, tetapi berbeda job description. Tujuan dari rotasi antara lain;

  1. Menghindarkan karyawan dari kejenuhan kerja yang kontraproduktif
  2. Meratakan keterampilan kerja karyawan supaya bisa saling menggantikan satu sama lain jika diperlukan. Anda bisa bayangkan jika keterampilan menjadi kasir hanya dimiliki oleh satu orang saja. Maka pada saat kasir ini jatuh sakit dan tidak dapat bekerja, tidak akan ada penggantinya. Tentu perusahaan akan dirugikan.
  3. Merupakan salah satu upaya kaderisasi dan regenerasi pimpinan perusahaan. Karyawan yang hanya bekerja di satu bidang saja sepanjang karirnya tidak menguntungkan bagi perusahaan. Suatu ketika perusahaan membutuhkan pimpinan yang menguasai beberapa peekrjaan sekaligus, perusahaan akan kesulitan melakukan regenerasi.

Lantas apa yang menjadi alasan atau penyebab karyawan keberatan untuk dirotasi?

  1. Karyawan tidak paham tujuan rotasi tersebut. Hal ini diperparah dengan pimpinan perusahaan yang tidak transparan ketika melakukan rotasi,
  2. Karyawan terjebak pada zona nyaman pekerjaannya terdahulu sehingga malas untuk melakukan pekerjaan baru. Padahal, melakukan pekerjaan yang baru termasuk pengembangan diri yang baik untuk peningkatan karier.

Mutasi adalah perpindahan jabatan dari jabatan yang satu ke jabatan yang lain. misalnya, seorang kepala bagian keuangan dipindahtugaskan menjadi kepala bagian umum. Jadi, mutasi itu berlaku untuk level manajerial. Seringkali mutasi ini berakibat pada pindahnya domisili karyawan yang bersangkutan. Sebab, kantor yang dipimpinnya bisa berbeda lokasinya. Berikut tujuan dari mutasi, antara lain;

  1. Memberikan hukuman kepada karyawan yang bersangkutan. Misalnya, kepala bagian keuangan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan keuangan dipindahkan menjadi kepala bagian umum yang tidak punya kewenangan memegang uang.
  2. Untuk persiapan karyawan yang bersangkutan dalam rangka promosi jabatan yang lebih tinggi. misalnya ada lowongan direktur. Untuk menjadi seorang direktur yang bijak, kemampuan mengelola uang saja belum cukup, tapi juga harus dilengkapi dengan kemampuan dalam mengelola perusahaan. Itulah sebabnya, kepala bagian keuangan kemudian dimutasi menjadi kepala bagian umum.

Lantas apa yang menjadi alasan atau penyebab karyawan keberatan untuk dimutasi?

  1. Keberatan dengan lokasi kerja yang baru yang jauh dari tempat tinggalnya. Tentu saja ini bukanlah alasan profesional yang bisa diterima oleh perusahaan dan cenderung mencerminkan bahwa karyawan yang bersangkutan tidak memprioritaskan perusahaan.
  2. Terlalu nyaman dengan jabatan sebelumnya. Ikatan emosional yang terlalu dekat dengan anak buah atau rekan kerjanya dapat menjadi penyebab yang tidak profesional menolak mutasi. Tentu saja, ini juga bukan alasan yang tepat untuk menolak mutasi. Satu-satunya alasan yang dapat dipergunakan untuk menolak mutasi adalah ketidakmampuan secara fisik dan psikis (alasan medis).

Berikut cara mengantisipasi dan menangani masalah ini:

  1. Terapkan komunikasi internal yang lancar dan transparan. Buat semua karyawan paham apa artinya rotasi dan mutasi serta tujuannya masing-masing.
  2. Lakukan persiapan yang cukup. Rotasi dan mutasi yang mendadak tentu berbuah penolakan. Pertimbangkan kesiapan mental karyawan yang bersangkutan.

Susunlah program kaderisasi dan regenerasi serta sosialisasikan secara berkala kepada seluruh karyawan. Sampaikan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari program kaderisasi dan regenerasi tersebut. Cara ini tentu akan meminimalisir risiko penolakan karyawan.

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/tips-mengatasi-k…-dirotasi-mutasi/