Tantangan Baru Dalam Produktivitas

Tantangan utama terbesar yang dihadapi oleh manajer negara maju di dunia adalah meningkatkan produktivitas, knowlegde worker, dan pekerja jasa. Tantangan ini, yang akan mendominasi agenda manajemen dalam beberapa dekade ke depan, pada akhirnya akan menentukan kinerja kompetitif perusahaan. Bahkan lebih penting lagi, hal tersebut akan menentukan struktur masyarakat dan kualitas kehidupan dalam setiap bangsa terindustrialisasi. Revolusi produktivitas telah usai karena terlalu sedikit orang yang dipekerjakan untuk bergerak agar mencapai produktivitas yang ditentukan. Sekarang waktunya untuk revolusi produktivitas lainnya. Bagaimanapun, kali ini sejarah berada dipihak kita. Diabad yang lalu, kita telah mempelajari banyak sekali hal yang terkait dengan produktivitas dan bagaimana cara meningkatkannya – cukup untuk  mengetahui bahwa kita memerlukan revolusi, cukup untuk mengetahui bagaimana cara memulai salah satunya.

Knowledge worker dan service worker terbentang dari mulai peneliti, ilmuwan, dan ahli bedah jantung sampai pada perencana bangunan, dari manajer toko sampai pada pemudia berusia 16 tahu yang mengemas hamburger. Hal pertama yang telah kita pelajari adalah tentang apa yang tidak dapat meningkatkan produktivitas. Modal tidak dapat digantikan oleh pekerja, juga tidak dapat digantikan oleh teknologi baru yang akan meningkatkan produktivitas dengan sendirinya. Menggunakan istilah ekonomi, modal dan teknologi adalah faktor-faktor produksi dalam membuat dan menggerakkan sesuatu. Dalam knowledge work dan service work, mereka adalah alat produksi. Perbedaannya adalah bahwa suatu faktor dapat menggantikan pekerja, sementara sebuah alat belum tentu dapat menggantikan pekerja. Jadi akan adanya produktivitas yang lebih besar mengakibatkan investasi besar-besaran dalam alat pemrosesan data yang dewasa ini jumlahnya telah menyaingi teknologi pemrosesan bahan baku (yaitu investasi dalam mesin konvensional).

Peningkatan produktivitas secara besar-besaran adalah satu-atunya jalan keluar. Peningkatan ini hanya dapat berasal dari apa yang disebut Taylor sebagai “bekerja dengan lebih cerdas”. Intinya, bekerja lebih produktif tanpa harus lebih keras dan lebih lama. Dalam knowlegde work dan knowledge service, pertanyaan pertama untuk meningkatkan produktivitas haruslah, “apakah tugasnya? Apa yang ingin kita capai? Mengapa melakukan semuanya?” Hal termudah tetapi mungkin juga terluar biasa, produktivitas dari suatu pekerjaan tertentu akan berasal dari mendefiniskan tugas dan khususnya dari menghilangkan apa yang tidak perlu dilakukan.

Mendefinisikan tugas, mengonsetrasikan pekerjaan pada tugas yang harus dikerjakan, dan mendefinisikan kinerja. Dengan sendirinya, ketiga langkah ini akan menghasilkan pertumbuhan besar dalam produktivitas – bahkan mungkin yang terbesar. Ketiga langkah itu harus dikerjakan berulang kalin, mungkin setiap tiga atau lima tahun dan tentunya ketika pekerjaan atau organisasinya berubah. Tetapi kemudian menurut pengalaman, peningkatan produktivitas yang dihasilkan akan sama, jika tidak melebihi, dengan apa pun yang pernah dicapai oleh rekayasa industri, scientific management, atau hubungan antarmanusia. Dengan kata lain, seharusnya ketiga hal itu memberikan revolusi produktivitas yang kita perlukan dalam pekerjaan berpengetahuan dan pekerjaan jasa.

Dalam membuat dan menggerakkan sesuatu, bagaiamapun kerja sama dengan pekerja yang bertanggung jawab hanyalah suatu cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas. Dalam knowledge worker dan knowledge service, kerja sama dengan pekerja yang bertanggung jawab adalah satu-satunya cara. Komponen terakhir dari bekerja dengan lebih cerdas adalah pelajaran yang terdiri dari dua bagian yang tidak diketahui, yaitu pertama, perolehan produktivitas harus disertai dengan pembelajaran secara terus-menerus. Merancang ulang pekerjaan dan kemudian mengajarkan pada pekerja tentang cara baru pengerjaannya sebagaimana dilakukan dan diajarkan tidak dapat mempertahankan pembelajaran yang berkelanjutan dengan sendirinya.

Sekarang kita tahu bahwa produktivitas adalah sumber yang sebenarnya dari keunggulan bersaing. Tetapi kita juga harus menyadari bahwa produktivitas juga adalah kunci bagi stabilitas sosial. Karena, mencapai keberhasilan dalam produktivitas jasa yang sebanding dengan apa yang telah dicapai dalam produktivitas harus menjadi prioritas bagi manajer di seluruh dunia yang berkembang. Adalah suatu kebenaran ekonomi bahwa pendapatan riil tidak dapat lebih tinggi dari produktivitas. Jika produktivitas dari pekerja jasa tidak ditingkatkan dengan cepat, baik posisi sosial maupun posisi ekonomi dari sekelompok besar manusia akan terus turun. Pada titik minimum, hal ini akan menimbulkan kemungkinan terjadinya stagnasi ekonomi, dan lebih berbahaya lagi, hal ini dapat menimbulkan ketegangan sosial yang tidak tertandingi sejak awal dekade Revolusi Industri.

Tugas telah diketahui dan dapat dilakukan. Tetapi tingkat kepentingannya sangat besar. Untuk meningkatkan produktivitas pekerja jasa, kita tidak dapat berharap pada pemerintah ataupun politik. Ini adalah tugas manajer dan eksekutif dalam dunia bisnis dan organisasi nirlaba. Pada kenyataannya ini adalah tanggung jawab sosial utama dari manajemen dalam masyarakat berpengetahuan.

 

 

 

Artikel dapat dilihat di : https://ardanakonsultan.com/artikel/tantangan-baru-dalam-produktivitas/