Sikap Pemimpin Terhadap Diri Sendiri

Mengapa dibutuhkan sikap terhadap diri sendiri? Kepemimpinan yang baik diawali dengan sikap dari diri sendiri. Sikap adalah suatu hal yang memengaruhi seseorang dalam melakukan sesuatu. Dalam manajemen perusahaan yang kompleks, pemimpin harus mempunyai sikap yang tangguh. Jika pemimpin bersikap tangguh dalam menghadapi persoalan, maka ia akan menjadi pimpinan yang dipercaya dan menjadi panutan bagi anak buahnya. Berikut beberapa sikap yang harus diterapkan kepada diri sendiri;

  1. Manajemen diri

Manajemen diri dapat dikatakan sebagai cara melakukan manajemen (pengaturan, pengarahan, pengontrolan) terhadap diri sendiri. Hal ini berhubungan dengan pemecahan masalah lewat pengendalian sikap agar kita merasa masalah tersebut menjadi lebih ringan melalui pengaturan mindset (pola pikir) kita, serta untuk memudahkan melaksanakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai.

Manajemen diri yang baik akan berpengaruh pada pekerjaan yang dilakukan. Apabila manajemen dirinya baik, maka manajemen pekerjaan yang dilakukan juga akan baik. Manajemen diri juga akan berdampak baik bagi orang lain, apalagi juga kita merupakan seorang pemimpin. Kita akan dapat menularkan sikap-sikap positif kita terhadap bawahan kita. hal ini juga akan memberikan manfaat baik bagi kita, bawahan kita, maupun perusahaan melalui pekerjaan yang mereka lakukan.

Manajemen diri sangat diperlukan dalam pekerjaan. Tidak hanya dalam pekerjaan, manajemen diri mempunyai pengaruh yang baik bagi kehidupan kita sehari-hari. Orang yang telah melakukan manajemen diri cenderung bersikap tenang dalam menghadapi masalah. Hal ini karena dalam dirinya sudah ter-setting dengan sikap apa yang sebaiknya ia lakukan jika menghadapi kondisi tertentu dan bagaimana mengelola perasaan yang baik untuk memiliki kepribadian yang baik.

Manajemen diri merupakan kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya dan berhubungan dengan bagaimana mengelola hari. Bentuknya adalah dengan mengendalikan pikiran, ucapan, serta perbuatan yang dilakukan, sehingga terhindari dari hal-hal yang tidak baik atau tidak bermanfaat. Manajemen diri tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, suatu penelitian menyebutkan bahwa motivasi serta kesenangan yang dialami seseorang dapat menularkan kepada orang lain. dengan demikian hal ini sangat berguna bagi pemimpin dalam menggerakkan dan memotivasi bawahannya sehingga selain untuk membangun hubungan yang baik dengan anak buah, dapat memperkuat kepercayaan anak buah terhadap pemimpin, dan memudahkan usaha dalam mencapai tujuan organisasi.

  1. Intergritas

Pemimpin harus mempunyai konsistensi dan keteguhan yang tidak mudah goyah. Seorang pemimpin harus menjadi lebih kokoh daripada orang-orang yang dipimpinnya, mempunyai keyakinan kuat dan semangat yang tinggi. pemimpin juga harus menjunjung tinggi rasa keadilan, kejujuran, dan kebenaran untuk menciptakan iklim kerja yang nyaman. Adanya integritas inilah yang menjadi kunci suksesnya seseorang yang kemduian akan berdampak pada kesuksesan perusahaan.

Integritas adalah suatu konsep yang mengarah pada konsistensi tindakan dengan prinsip yang dianut seseorang. Hal ini merupakan salah satu kriteria yang dibutuhkan pemimpin agar tidak hanya pandai berbicara mengenai prinsipnya namun harus dibuktikan dengan hal yang patut dicontohkan kepada bawahanya agar mau meneladani prinsip positif yang ada dalam diri pemimpin tersebut. Integritas dapat dikatakan sebagai gambaran keseluruhan pribadi seseorang, prinsip apa yang ia pegang, dan bagaimana ia melakukannya.

  1. Dedikasi

Dedikasi seorang pemimpin adalah karena pengabdian dirinya untuk organisasi atau perusahaan. Pemimpin yang berdedikasi akan mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktunya demi keberhasilan usaha dalam mencapai tujuan dari organisasi yang memberinya tanggung jawab tersebut. Dedikasi ini merupakan hal yang terpenting diterapkan dalam diri seseorang jika ia ingin mencapai kesuksesan. Dengan dedikasi, seseorang akan terjaga konsistennya, terus berada dalam keuletan, dan tidak pantang menyerah hingga tujuan hidupnya tercapai.

Orang-orang yang memiliki dedikasi dapat menguntungkan dirinya juga pihak lain. inilah alasan mengapa orang yang berdedikasi sangat dibutuhkan oleh berbagai organisasi atau perusahaan. Perusahaan selalu membutuhkan orang yang tidak cepat menyerah terutama saat mengalami kegagalan. Hal ini juga dibutuhkan dalam hidup setiap orang.

  1. Sikap tanpa pamrih

Sikap ini mungkin hal yang kecil, namun sejak kecil kita selalu diajarkan untuk mengucapkan terima kasih saat mendapatkan bantuan dari orang lain, mengucapkan maaf saat membuat kesalahan, dan sikap tanpa pamrih atau biasa disebut ‘ikhlas’. Dalam organisasi, pemimpin berfungsi seperti orangtua. Pemimpin adalah pembimbing dan pendamping karyawan, karena karyawan adalah orang-orang yang bekerja di bawah arahan kita dan harus terus menerus dipantau dalam pekerjaannya. Tujuannya adalah meminimalkan tingkat kesalahan karena human error (kesalahan manusia).

Sikap tanpa pamrih berarti sikap yang ada dalam diri seseorang yang tindakannya dilakukan secara spontan dan tanpa maksud atau tujuan apa-apa, bukan karena mengharapkan dipuji, mendapat imbalan, atau kesenangan lain. orang yang bersikap tanpa pamrih tidak akan mengharapkan ‘bonus’, namun berorientasi bahwa suatu keadaan akan menjadi lebih baik jika ia melakukan sesuatu yang dapat memberi kebaikan dalam situasi tertentu. Tanpa adanya ini, akan memungkinkan banyak terjadi penyelewenangan dan menambah permasalahan dalam organisasi.

Sikap tanpa pamrih aka membantu mempermudah dalam hal menyikap permasalahan, membimbing kita untuk menjadi orang yang ikhlas, tidak mudah shock jika menghadapi masalah yang besar, dan selalu bersikap tennag dalam situasi yang genting. Sikap tenang tentunya mempermudah untuk mencari jalan keluar dari situasi yang sedang dihadapi.

  1. Berpengetahuan luas

Pemimpin dengan pengetahuan yang luas akan mampu mengetahui suatu keadaan. Hal ini juga memudahkan pemimpin dalam melakukan perencanaan, memutuskan dan mempertimbangkan sesuatu jika ia diharapkan dalam sebuah pilihan, meudahkan menganalisis suatu fenomena yang terjadi dalam organsiasi, mencegah datangnua bencana dalam organisasi, serta mempermudah dalam upaya pemecahan masalah. Seseorang yang mempunyai banyak pengetahuan akan mendapat kepercayaan yang lebih dari anak buahnya.

Seorang pemimpin dengan pengetahuan yang luas dapat membagikan pengalaman kepada anak buahnya, maupun memberi motivasi kerja kepada mereka. Pemimpin dan anak buahnya dapat melakukan sharing atau diskusi tentang pengalaman-pengalaman yang dimiliki. Banyak manfaat yang didapat dari berbagai pengalaman dengan bawahan. Pemimpin dengan kelompoknya bukanlah satu-satunya orang yang memiliki pengalaman lebih dari yang lainnya. Bisa jadi anak buah juga memiliki pengalaman lain yang dapat dijadikan acuan baik bagi pemimpin maupun rekannya yang lain.

  1. Memiliki keterampilan dan kemampuan

Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki keterampilan dan kemampuan yang lebih dibandingkan anak buahnya. Keterampilan dan kemampuan tidak hanya untuk mendukung posisi utama sebaai seorang pemimpin. Keterampilan merupakan suatu kelebihan ynag dimiliki setiap orang manusia yang bisa didapatkan melalui proses latihan. Keterampilan dapat ditingkatkan melalui proses latihan secara terus menerus sehingga dari waktu ke waktu dapat menghasilkan perubahan yang signifikan. Keterampilan yang dimiliki seseorang memiliki manfaat yang penting, yaitu dapat menguasai bidang tersebut, memahami, dan mengimplikasikannya.

Keterampilan adalah kelebihan atau kecakapan yang dimiliki setiap orang untuk mampu menggunalan akal, pikiran, serta ide yang ada di dalam dirinya. Keterampilan ini sangat berhubungan dengan kreativitas dalam memecahkan suatu masalah. Akal, ide, dan pikiran tersebut tidak hanya sebagai instrumen dalam mengerjakan sesuatu, namun dapat juga mengubah sesuatu menjadi hal yang bermanfaat atau menguntungkan. Kedua hal ini adalah hal yang pokok. Keduanya tidak dapat diperoleh secara instan karena merupakan hasil dari proses belajar setiap individu.

  1. Kegigihan

Seseorang yang gigih tidak akan mudah menyerah oleh keadaan. Orang yang gigih selalu memperjuangkan berbagai upaya untuk mendapatkan hal yang terbaik. Kegigihan ibarat bangunan yang tegak dan kuat, serta didukung dengan pondasi yang kuat. Dengan demikian pondasi dapat diibaratkan seperti pemimpin. Pondasi menentukan kekokohan suatu bangunan. Dengan sikap yang gigih, pemimpin adalah orang yang mampu menghadapi permasalahan. Jika pemimpin jatuh, maka anak buah akan jatuh.

Kegigihan adalah pondasi utama seorang pemimpin. Kualitas kematangan mental seseorang dibangun dari pondasi yang kuat. Gigih berarti bersikap berskukuh dalam memperjuangkan atau mempertahankan suatu hal yang menurutnya benar. Namun kegigihan tersebut tidak dapat dilakukan dengan asal bersikap tanpa mau menerima masukan. Sikap gigih harus diimbangi dengan sikap bijak karena merupakan sikap yang tidak memihak, namun tetap dapat menimbang baik buruknya sesuatu.

Orang yang gigih akan selalu berusaha dan bersungguh-sungguh dalam mencapau apa yang dicita-citakannya sampai batas kemampuannya. Dalam organisasi sangat diperlukan batas kemampuannya. Dalam organisasi sangat diperlukan sikap orang-orang yang gigih. Bukan hanya mempermudah dalam pencapaian tujuan organisasi tersebut, namun juga gigih dalam berusaha menemukan solusi dari setiap permasalahan yang datang.

  1. Kreativitas

Kreativitas sangat dibutuhkan seorang pemimpin. Kreaktivitas dapat membantu seorang pemimpin dalam mengonsep, merencanakan, memecahkan masalah, dan berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh efektivitas dan efisiensi melalui kreativitas. Kreativitas adalah hal yang sangat berarti bagi kehidupan. Orang yang kreatif mampu mengembangkan kualitas dirinya secara optimal. Bukan hanya dirinya, namun juga orang lain.  hal inilah yang dibutuhkan suatu organisasi atau perusahaan, yaitu dengan menunjuk pemimpin yang kreatif.

 

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/sikap-pemimpin-t…dap-diri-sendiri/