Proses Konstruksi Belief

Apa sih belief itu sebenarnya? Menurut ensiklopedia Encarta, belief atau kepercayaan itu adalah peneriman akan kebenaran sesuatu: penerimaan oleh pikiran bahwa sesuatu adalah benar atau nyata, sering kali disadari perasaan pasti yang bersifat emosional atau spiritual, serta keyakinan bahwa seseorang atau sesuatu bersifat baik atau akan efektif.

Secara sederhana, belief dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang kita yakin benar. Begitu kita meyakini sesuatu sebagai hal yang benar, kita akan sulit mengubah keyakinan kita tersebut. Mengapa? Karena memang beginilah sifat kita sebagai manusia. Belief sebenarnya tidak lebih dari suatu klaim/ide atau pernyataan.  Jadi, untuk bisa mempunyai belief dibutuhkan dua hal yaitu klaim/ide dan persetujuan.

 

Ide + Persetujuan = Belief

 

Dari perasmaan di atas tampak bahwa pernyataan/ide dan persetujuan adalah dua hal yang berbeda. Kita juga dapat merasakan bahwa persetujuan kita mempunyai tingkat “kekuatan” yang berbeda-beda. Semakin tinggi “kekuatan” persetujuan terhadap suatu ide, maka semakin kuat belief terhadap ide tersebut. Sebaliknya, semakin lemah “kekuatan”, maka semakin lemah pula belief terhadap sesuatu.

Darimana asal belief? Mengapa kita punya beleief beleief yang mendukung dan menghambat diri kita? Kita mempeljari dan menerima beleief yang berasal dari kebudayaan kita, keluarga kita, pengondisian sosial dan psikologis, media massa, dan dari berbagai pengalaman hidup kita. kita terlahir tanpa belief sama sekali. Semua belief yang kita miliki saat ini tumbuh, berkembang, dan menjadi belief yang sangat kuat, sejalan dengan proses tumbuh kembang kita, mulai saat kita masih bayi hingga saat ini.

Sejak kita lahir, pikiran kita telah mengalami pemrograman dan pengondisian. Kita belajar, memodel belief system, value goal, gaya hidup, bahkan keterbatasan pola pikir dari lingkungan kita. apapun yang kita alami akan masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadi program pikiran. Para psikolog menyebut program pikirn ini dengan istilah life script.

Masa Kritis Tiga Tahun Pertama

            Banyak orangtua yang kurang atau bahkan sama sekali tidak memerhatikan dengan serius proses tumbuh kembang anak mereka di tiga tahun pertama kehidupannya. Kebanyakan orangtua sibuk bekerja mencari nafkah dan memercayakan pendidikan anak mereka pada baby sitter, anggota keluarga, kakek atau nenek, dan sebagainya.

Mengapa tuga tahu pertama ini sangat penting? Karena pada masa awal kehidupan seorang anak manusia, khususnya tiga tahun pertama, pikiran sadar anak belum berkembang. Pada periode ini anak beropeari murni hanya dengan menggunakan pikiran bawah sadar. Karena pikiran sadar, yang berfungsi sebagai filter mental belum beroperaso atau belum aktif, apapun yang dialami anak semua kesan atau impresi yang ia dapat dari kelima indranya akan diserap 100% baik itu hal yang baik maupun hal yang buruk.

Secara teknis apa yang dialami anak seperti itu disebut dengan imprint, kejadian luar biasa di masa lalu yang menjadi landasan Anda membentuk belief atau kumpulan belief. Imprint mengacu pada proses tertanamnya ide atau konsep dengan sangat kuat ke dalam pikiran bawah sadar seseorang sehingga mempengaruhi pola perilaku, berpikir, dan perasaan. Imprint bisa terjadi pada usia berapa saja. Namun, periode yang paling efektif untuk imprint adalah saat filter mental seorang manusia belum terbentuk, yaitu pada usia tiga tahun pertama kehidupan dan dilanjutkan dengan fase tiga tahun kedua. Untuk bisa masuk ke dalam pikiran bawah sadar, untuk bisa terjadi imprint ide atau konsep itu harus disampaikan secara berulang-ulang atau cukup hanya sekali, yaitu saat seseorang mengalami kondisi emosi yang intens.

Periode Selanjutnya

            Pada masa ini, tiga tahun kedua, pikiran sadar anak mulai berkembang. Filter mental yang terbentik semakin lama semakin menebal dan kuat. Pikiran menyerap informasi dengan sangat cepat dan mulai melakukan analisis. Setiap informasi yang masuk, yang tidak sejalan engan database akan dipertanyakan kebenarannya. Pada saat ini anak belum sampai tahap menolak data yang tidak sejalan dengan apa yang telah mereka ketahui sebelumnya.

Pada anak berusia delapan tahun, filter mental ini semain menebal dan belief yang telah terbentuk menjadi semakin kuat. Filter mental menjadi sangat tebal pada usia 13 tahun. Pada usia ini dan selanjutnya, modifikasi belief akan mendapat tantangan yang hebat dari pikiran bawah sadar. Cara-cara biasa akan sangat sulit bisa mengubah belief. Pikiran sadar telah mampu melakukan perlawanan dan menolak setiap upaya yang dilakukan untuk mengubah belief.

Untuk lebih mudahnya, kita ingat tiga periode berikut:

  • Masa tanam (usia 0 – 7 tahun pertama), orangtua dan lingkungan berpengaruh sangat besar terhadap bentuk belief yang ditanamkan dalam pikiran anak.
  • Modeling (usia 7 – 14 tahun), anak akan mengadopsi belief dari orang yang ia kagumi atau sayangi.
  • Sosial (usia 14 – 21 tahun), anak belajar dan mengadopsi belief dari teman-temannya, interaksi dengan orang dewasa selain orangtuanya, televisi, internet, koran, majalan, dan sebagainya. Pada masa ini anaklah yang menentukan sendiri apa belief yang akan ia terima atau tolak.

 

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/proses-konstruksi-belief/