Mindset : Mind To Setting Your Mind?

Banyak orang berbicara mengenai mindet, tetapi sejujurnya hanya sedikit yang benar-benar memahami arti kata “mindset”. Mindset terdiri atas dua kata, yaitu : mind dan set.

Mind merupakan sumber pikiran dan memori, pusat kesadaran yang menghasilkan pikiran, perasaan, ide, dan persepsi, dan menyimpan pengetahuan dan memori. Set yaitu mendahulukan peningkatan kemampuan dalam suatu kegiatan dan keadaan utuh/solid. Jadi, mindset merupakan kepercayaan-kepercayaan yang mempengaruhi sikap seseorang; sekumpulan kepercayaan atau suatu cara berpikir yang menentukan perilaku dan pandangan, sikap, dan masa depan seseorang. Serta sikap mental tertentu atau watak yang menentukan respons dan pemaknaan seseorang terhadap situasi.

Dari definisi diatas kini kita tahu mindset sebenarnya kepercayaan (belief) atau sekumpulan kepercayaan (set of beliefs), atau cara berpikir yang memengaruhi perilaku (behavior) dan sikap (attitude) seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya. Dengan demikian, jika kita ingin mengubah mindset, maka yang harus kita ubah sebenarnya adalah belief atau kumpulan belief kita.

Attitude berarti pandangan pribadi tentang sesuatu/pendapat atau perasaan secara umum mengenai sesuatu. Dengan kata lain, attitude dipengaruhi oleh perasaan atau emosi kita pada suatu saat. Manusia, menurut filosofi Transformational Thinking, terdiri atas tiga sistem, yaitu:

  1. Sistem Perilaku (Behavior System)

Adalah cara kita berinteraksi dengan dunia luar, juga interaksi kita dengan realitas sebagaimana kita mengerti realitas tersebut. Perilaku kita memengaruhi pengalaman kita, demikian juga sebaliknya. Selanjutnya, pengalaman ini akan memengaruhi sistem berpikir. Jika seseorang berusaha mengubah sistem perilaku kita, biasanya kita akan menolak dan marah.

  1. Sistem Berpikir (Thinking System)

Berlaku sebagai filter dua arah yang menerjemahkan berbagai kejadian atau pengalaman yang kita alami menjadi suatu kepercayaan. Selanjutnya kepercayaan ini akan memengaruhi tindakan kita, sehingga menciptakan realitas bagi diri kita. Dengan mempelajari keterampilan berpikir yang baru, kita dapat mengubah Sistem Kepercayaan dan Sistem Perilaku kita.

  1. Sistem Kepercayaan (Belief System)

Adalah inti dari segala sesuatu yang kita yakini sebagai realitas, kebenaran, nilai hidup, dan segala sesuatu yang kita tahu mengenai dunia ini. Mengubah kepercayaan (belief) merupakan hal yang sangat sulit.

Dari gambar di atas tampak bahwa untuk mengubah perilaku atau behavior dapat dilakukan dengan mengubah self takl, persepsi, state, emosi, dan terutama belief. Mengapa belief? Karena belief merupakan master key untuk perubahan yang cepat, efektif, efisien, dan permanen. Begitu belief-nya berubah, self-talk, persepsi, state, dan emosi juga akan berubah. Dengan demikian, perilaku atau behavior akan ikut berubah.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan perubahan sangat sulot atau bahkan tidak mungkin bisa dilakukan:

  • Merasa tidak punya masalah
  • Mau berubah, tetapi tidak tahu caranya
  • Tidak mau berubah walau tahu caranya
  • Takut perubahan akan membawa dampak negatif
  • Tidak tahu cara yang benar untuk bisa masuk ke pikiran bawah sadar
  • Teknik modifikasi belief yang kurang tepat atau bahkan salah

Semua hambatan dalam proses perubahan, baik hambatan yang bersifat sadar maupun tidak sadar, merupakan hasil kerja dari kekuatan terbesar dalam perilaku manusia, yaitu homeostasis. Homeostasis adalah kecenderungan untuk selalu tetap di posisi yang sama. Homeostasis sangat baik dan bertujuan melindungi diri kita dari perubahan yang mendadak dan tidak kita inginkan. Homeostasis menjaga agar kita tidak mudah berubah akibat pengaruh orang lain maupun lingkungan. Namun, homeostasis juga yang menjadi penghambat perubahan saat kita ingin mengubah diri kita ke arah yang lebih baik.

Setiap perubahan yang akan kita lakukan pasti akan mendapat perlawanan ari homestasis. Besarnya penolakan atau resistensi untuk berubah dapat diukur dengan merasakan intensitas perasaan tidak nyaman yang muncul saat proses perubahan akan dilaksanakan atau sedang berlangsung. Resistensi adalah mekanisme pertahanan pikiran bawah sadar yang bertujuan melindungi diri kita dari situasi yang dipandang tidak menyenangkan.

Sebenarnya perubahan bukanlah hal yang menyakitkan. Resistensi terhadap proses perubahanlah yang membuat perubahan menjadi sesuatu yang menyakitkan.

 

 

Artikel dapat dilihat di  https://ardanakonsultan.com/uncategorized/mindset-mind-to-setting-your-mind/