Menjadi Anggota Tim yang Lebih Disiplin

Disiplin adalah melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak ingin kita lakukan agar kita dapat mengerjakan apa yang benar-benar ingin kita lakukan. setialah dalam perkara-perkara kecil, maka kita akan dipercaya dalam perkara-perkara besar. Tidak ada orang yang dapat berhasil tanpa disiplin. Itulah sebabnya tim membutuhkan anggota yang disiplin. Agar menjadi anggota yang diinginkan tim, setiap kita harus mendisiplinkan diri dalam tiga bidang. Kita harus melatih disiplin pikiran, disiplin emosi, dan disiplin tindakan.

  1. Disiplin Pikiran

Hidup kita akan bergerak lambat jika kita tidak berpikir. Tidak harus menjadi jenius untuk melakukannya, kita hanya perlu menggunakan otak yang dianugerahkan tuhan. Dengan tetap berpikir altf, tertaur melatih mental, dan terus-menerus berpikir positif, maka kita akan mengembangkan disiplin dalam berpikir. Hal tersebut akan membantu kita mengerjakan apa pun yang ingin kita lakukan.

  1. Disiplin Emosi

Dalam menghadapi emosi, kita hanya memiliki dua pilihan: menguasai atau dikuasai. Bukan berarti kita harus mematikan emosi agar menjadi anggota tim yang baik. Hanya saja, jangan biarkan perasaan mencegah kita melakukan apa yang seharusnya dilakukan atau mengarahkan kita untuk melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan.

  1. Disiplin Tindakan

Menajamkan pikiran dan mengendalikan emosi memang penting, tetapi kedua hal tersebut tidaak akan membawa kita lebih jauh lagi. Tindakan memsidahkan para pemenang dari para pecundang. Contoh orang-orang yang berlatih mendisiplin tindakan mereka adalah pemain penyerang belakang yang berulang kali berlatih lari cepat, pengacara yang mempelajari kasus-kasus, dokter yang berkonstrasi di Unit Gawat Darurat, serta orang tua yang pulang untuk memenuhi janjinya dan tidak bekerja lembur. Dengan melakukannya, orang lain yang mengendalikan mereka mendapatkan manfaat.

Tips Menjadi Anggota Tim yang Lebih Disiplin

  • Perkuat kebiasaan-kebiasaan kerja

Tomas Huxley mengatakan, mungkin hasil yang paling berharga dari semua proses belajar adalah kemampuan mengarahkan diri untuk melakukan apa yang harus dilakukan, pada saat yang tepat, entah kita menyukainya atau tidak. Itulah pelajaran pertama yang harus dipelajari, dan meskipun pembelajaran dimulai lebih dini, mungkin itulah pelajaran terakhir yang kita belajari secara mengeluruh. Disiplin berarti melakukan hal yang benar disaat yang tepat demi alasan yang benar. Evaluasilah dan terapkan prioritas kita untuk memastikan kita tidak keluar jalur. Setiap hari, lakukan sesuatu yang penting meski tidak menyenangkan agar kita tetap disiplin.

  • Sambut tantangan

Untuk memperkuat pikiran dan tekad kita, pilih satu tugas atau proyek yang mengharuskan kita berpikir di luar kebiasaan. Dengan melakukannya, kita akan terpicu untuk berpikir tajam dan bertindak dengan disiplin. Lakukan terus kita akan sadar bahwa kemampuan kita lebih dari yang kita bayangkan.

  • Jaga lidah

Jika emosi terkadang membuat kita bereaksi berlebihan, langkah pertama untuk memperbaikinya adalah dengan berhenti mengucapkan hal-hal yang tidak seharusnya diucapkan. Ketika kita ingin kembali marah-marah, diamlah selama lima menit, lalu ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri dan memahami permasalahan dengan lebih rasional. Gunakan startegi ini berulang kali dan kita akan mampu mengontrol emosi dengan lebih baik.

 

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/uncategorized/menjadi-anggota-…g-lebih-disiplin/