Mengubah Kultur Organisasi

               Perubahan lingkungan yang sering terjadi secara besar-besaran dan berlangsung cepat memiliki dampak kuat terhadap berbagai segi kehidupan. Fenomena baru timbul, terobosan-terobosan tersu terjadi yang pada gilirannya menambah ketidakpastian masa depan yang ciri-cirinya makin sulit dikenal. Oleh karena itu, tantangan ang akan dihadapi oleh para manajer di masa depan adalah dalam memanage perubahan. Pengembangan Organisasi merupakan instrumen yang ampih bagi para manajer untuk melakukan perubahan dan pembaruan organisasi yang dipimpinnya yang memungkinkan mereka menyesuaikan gaya dan menentukan sasaran dalam menghadapi tuntutan lingkungan yang bergerak sangat dinamuk.

            Perubahan-perubahan tersebut yang berwujud dalam berbagai bentuk seperti peningkatak kreativitas, inovasi, visi mengenai masa depan, pemanfaatan teknologi yang semakin canggih, orientasi baru dalam interaksi dengan semua pihak yang berkepentingan, begitu mendasar sifatnya sehingga tidak ada pilihan lain kecuali mengubah kultur organisasi.

            Kultur organisasi ialah kesepakatan bersama mengenai nilai yang dianut bersama dalam kehidupan organisasi dan mengikat semua orang dalam organisasi yang bersangkutan. Kultur organisasilah yang menentukan:

  • Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para anggota organisasi.
  • Batas-batas perilaku.
  • Sifat dan bentuk pengendalian dan pengawasan.
  • Gaya manajerial yang dapat diterima oleh para anggota organisasi.
  • Cara formalisasi yang tepat.
  • Teknik penyaluran emosi dalam interaksi antara seseorang dengan orang lain dan antara satu kelompok dengan kelompok lain.
  • Wahana memelihaa stabilitas sosial dalam organisasi.

            Semakin kuat kultur organisasi, semakin kuat pula kesepakatan bersama tersebut. Oleh karena itu, melalui proses sosialisasi, kultur organisasi haru melembagakan sedemikian rupa, sehingga usianya lebih lama dari keberadaan siapa pun dalam organisasi tersebut.

            Kultur organisasi adalah sistem nilai dan keyakinan bersama yang dianut oleh semua pihak yang harus berinteraksi dalam rangka mencapai suatu tujuan. Kultur organisasi berperan dalam menentukan struktur dan berbagai sistem operasional yang membuahkan norma-norma perilaku. Kriteria mengukur kuat atau tidaknya kultur organisasi pada akhirnya terlihat pada pola pemahaman dan penyesuaian perilaku setiap anggota organisasi dengan berperilaku dalam organisasi tersebut.

            Kultur organisasi menumbuhkan perasaan dalam diri para anggota organisasi mengenai berbagai hal seperti bagaimana berperilaku, apa yang harus dilakukan, menentukan skala prioritas secara tajam, membantu para anggota organisasi mengisi kekosongan antar petunjuk formal dan kenyataan oprasional yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, kultur organisasi sangat penting dalam mengimplementasikan strategi organisasi. Perlu dipahamu bahwa setiap organisasi menghadapi lingkungan yang dinamik. Jika di satu pihak dikatakan setiap organisasi perlu memuliki kultur yang kuat, maka di pihak lain kultur tersebut tidak harus sedemikian dalamnya berakar dalam hati sanubari para anggotanya, sehingga sulit untuk diubah.

             Fokus pengembangan organisasi adalah peningkatan proses organisasional sedemikian rupa, sehingga para manajernya dengan cepat mampu melakukan perubahan pada kultur organisasi yang dipimpinnya guna siap menghadapi permasalahan baru yang pasti timbul. Untuk kepentingan tersebut, terdapat 3 (tiga) faktor utama yang harus diperhatikan:

  1. Visi masa depan. Visi masa depan menyangkut dua segi, yairu persepsi para manajer mengenai bentuk masa depan lingkungan, dimana organisasi harus berinteraksi dan visi mengenai masa depan organisasi yang diinginkan oleh semua pihak yang berkepeninganm, terutama para manajernya.
  2. Rancang bangun suatu model perubahan. Pengembangan organisasi menyangkut seluruh organisasi, akan tetapi biasanya dimulai dalam satu bagian tertentu, yang pemilihannya sebagai pilot project didasarkan pada kriteria yang jelas dan menyangkut suatu sib kultur tertentu, artinya objek perubahan dirancang bangun sebagai suatu model perubahan.
  3. Penghargaan terhadap perilaku yang memperlancar terjadinya perubahan.

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/mengubah-kultur-organisasi/