Membuat Keputusan yang Terkait dengan Manusia

Eksekutif menghabiskan lebih banyak waktunya untuk mengelola dan membuat keputusan yang terkait dengan manusia dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Tidak ada keputusan lain yang memiliki konsekuensi panjang atau yang terlalu sulit untuk tidak dibuat. Walaupun begitu, pada umumnya eksekutif membuat keputusan promosi dan kekaryawanan yang buruk.

Tidak ada kesalahan dalam menilai orang. Namun ada sebagian eksekutif yang sangat serius dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan orang-orangnya dan melakukan pengambilan keputusan dengan baik.

Langkah-langkah keputusan

Beberapa langkah penting yang harus diikuti dalam membuat keputusan promosi dan keputusan kekaryawanan yang efektif;

  1. Memikirkan penugasan sacara mendalam.

              Deskripsi kerja diterapkan dalam jangka waktu yang lama. Dalam suatu perusahaan pabrik besar misalnya, deskripsi kerja untuk posisis manajer divisi umum telah mengalami perubahan besar sejak perusahaan mulai melakukan desentralisasi 30 tahun yang lalu. Ketika seorang eksekutif diberi tugas untuk memilih manajer penjualan regional baru, ia bertanggung jawab untuk mengetahui dahulu inti dari penugasan itu, yaitu untuk merekrut dan melatih tenaga penjual baru.

  1. Lihatlah pada sejumlah orang berkualitas yang potensial.

              Kata yang mengendalikan disini adalah “jumlah”. Kualifikasi formal adalah pertimbangan minimal. Tanpa adanya kualifikasi formal secara otomatis kandidat didiskualifikasi. Sama pentingnya, orang dan penugasan yang diberikan harus cocok satu sama lain. Agar keputusan menjadi efektif, seorang eksekutif harus melihat tiga sampai lima orang kandidat yang berkualitas.

  1. Pikirkan benar-benar bagaimana cara melihat kandidat ini.

             Jika eksekutif telah mempelajari penugasan, maka ia akan mengeti apa yang harus dilakukan oleh orang baru dengan prioritas tinggi dan kerja keras. Kelemahan adalah keterbatasan yang mungkin akan membuat seorang kandidat tersingkir. Misalnya, seseorang mungkin memiliki kualitas sempurna untuk aspek teknis dari suatu pekerjaan, tetapi jika penugasan memerlukan kemampuan istimewa untuk membangun sebuah tim sedangkan kemampuan ini tidak dimilikinya, maka ia tidak cocok untuk tugas ini.

            Tetapi eksekutif yang efektif tidak mulai dari melihat kelemahannya. Karena kita tidak dapat membangun kinerja di atas kelemahan. Kita hanya dapat membangun di atas kekuatan.

  1. Diskusikan tiap-tiap kandidat dengan beberapa orang yang pernah bekerja dengan mereka.

             Penilaian dari satu eksekutif saja tidak ada artinya. Karena kita semua mmeiliki kesan pertama, prasangka, rasa suka dan tidak suka, maka kita perlu mendengarkan pendapat dari orang lain.

  1. Pastikan bahwa orang yang dipilih memahami pekerjaannya.

            Setelah orang yang dipilih berada dalam pekerjaannya yang baru selama tiga atau empat bulan, maka ia harus fokus pada tuntutan pekerjaan dan bukannya pada persyaratan tugas sebelumnya.

            Jika kita tidak mengikuti langkah-langkah ini, jangan salahkan kandidat yang menghasilkan kinerja buruk. Salahkan diri kita sendiri. Kita telah gagal dalam tugas kita sebagai seorang manajer. Sumber kegagalan terbesar dalam promosi jabatan adalah kegagalan untuk memikirkan secara mendalam dan membantu orang lain untuk berpikir secara mendalam tentang apa yang diperlukan oleh suatu jabatan baru.

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/membuat-keputusa…t-dengan-manusia/