Manajemen Pengetahuan dalam Human Capital Management

             Pengetahuan merupakan bagian dari sumber daya vital human capital. Human capital adalah unsur dari intellectual capital yang terdiri atas simpanan dan aliran pengetahuan yang tersedia untuk sebuah organisasi. Manajemen penegtahuan adalah setiap proses atau praktik membuat, mendapatkan, menangkap, membagi dan menggunakan pengetahuan, kapanpun, untuk meningkatkan pembelajaran dan kinerja organisasi. Manajemen pengetahuan harus difokuskan pada pengembangan pengetahuan dan keahlian yang spesifik. Manajemen pengetahuan berhubungan dengan simpanan dan aliran pengetahuan. Simpanan ini mencakup keterampilan dan pengetahuan yang ditransfer ke dalam sistem komputer. Aliran ini mewakili cara pengetahuan dipindahkan dari satu orang ke orang lainnya atau dari orang ke database pengetahuan.

            Manajemen pengetahuan mencakup aktivitas menyimpan dan membagi pemahaman dan keterampilan yang terakumulasi dalam organisasi mengenai proses, teknik, dan operasi. Di sini pengetahuan diperlakukan sebagai sumber daya kunci, dimana pengetahuan merupakan keunggulan kompetitif langsung bagi perusahaan yang menjual ide-ide dan hubungan.

            Sebagai komponen utama dari intellectual capital, manajemen pengetahuan berkaitan erat dengan manusia (human capital). Manajemen pengetahuan mengelola bagaimana perusahaan mendapatkan, saling bertukar, dan menyebarkan pengetahuan tersebut. Itulah yang menyebabkan manajemen pengetahuan sangat penting bagi praktisi Sumber Daya Manusia. Praktisi Sumber Daya Manusia harus memiliki kemampuan untuk menganalisis berbagai jenis pengetahuan yang disebarkan oleh organisasi dan untuk menghubungkan pengetahuan tersebut dengan isu-isu rancangan organisasi, pola karier, dan jaminan pekerjaan.

            Suatu yang dilakukan oleh Kinnie dkk (2006) menemukan bahwa apabila praktisi Sumber Daya Manusia ingin berkontribusi dalam proses penciptaan nilai, maka mereka harus dapat mengevaluasi dan memahami human capital dan bentuk capital yang lain, seperti:

  • Modal sosial dan hubungan, dalam bentuk modal jejaring ssial (termasuk jejaring bisnis) yang membentuk hubungan antara individu dan kelompok dalam lingkungan formal maupun informal.
  • Modal struktural yang membentuk susunan kerja fisik dan kemampuan untuk mendapatkan konversi pengetahuan yang optimal.
  • Modal produksi dan organisasi yang terdiri atas teknologi, kebijakan, dan prosedur khusus termasuk kebijakan Sumber Daya Manusia.

             Riset tersebut menyimpulkan bahwa organisasi dapat membangun keunggulan kompetitifnya dengan cara menetapkan organizational capital untuk mengubah human capital menjadi intellectual capital secara lebih cepat, berkualitas, efektif, dan efisien. Riset tersebut juga menunjukkan bahwa kebijakan Sumber Daya Manusia tertentu dapat membantu membangun bentuk capital lain di luar human capital dan memfasilitasi hubungan yang positif di antara semua bentul capital, yang akan memungkinkan pengetahuan menjadi sesuai yang bernilai bagi organisasi, harus ada penciptaan penegtahuan baru, transfer penegtahuan antar individu, serta integrasi penegtahaun dalam organisasi.

           Manajemen pengetahuan merupakan komponen kunci dari Human Capital Management dan komponen esensial dalam proses mengembangkan intellectual capital.

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/manajemen-penget…pital-management/