Komunikasi dalam Organisasi

Setiap makhluk hidup pasti melakukan komunikasi. Komunikasi merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup sebagai makhluk sosial. Bentuk komunikasi bermacam-macam, namun dapat dikategorisasikan menjadi dua jenis yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal adalah ketika kita berdialog satu sama lain dengan ucapan, yaitu kata-kata yang mengandung makna dan disepakati maknanya dalam suatu lingkungan. Sedangkan komunikasi nonverbal adalah cara berkomunikasi dengan menggunakan lambang atau simbol. Contoh komunikasi nonverbal adalah seperti tepukan tangan, menepuk pundak, dan sebagainya.

Dalam berinteraksi, manusia tidak bisa lepas dari apa yang dinamakan komunikasi. Tujuan dari komunikasi adalah timbulnya umpan balik dari pesan yang disampaikan. Komunikasi verbal dan nonverbal adalah hal yang berhubungan dan merupakan proses yang saling melengkapi agar pesan dapat diterima.

Menurut Onong Uchjana Effendy, komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk secara langsung ataupun tidak langsung. Sedangkan Harold Lasswell mengatakan ada lima dasar unsur komunikasi, yaitu proses yang menjelaskan siapa, mengaatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa, dan dengan akibat atau efek apa yang didapatkan.

Raymond S. Ross menyatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan komunikator. Menurut Shannon dan Weaver, komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling memengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. Sedangkan menurut Collin Cherry, komunikasi adalah proses di mana pihak-pihak saling menggunakan informasi untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh peneus rangsang dan pembangkit balasannya.

Syarat tercapainya tujuan dalam organisasi ditentukan dengan komunikasi yang dibina dalam lingkungan organisasi tersebut. Kemampuan berkomunikasi secara efektif sangat diperlukan dalam membangun suatu kesatuan dalam organisasi. Komunikasi dalam organisasi menjadi penting karena dalam realitasnya, masalah komunikasi selalu muncul baik dalam proses perencanaan tujuan, pengorganisasian, dan segala kegiatan dalam organisasi pasti membutuhkan komunikasi yang efektif.

Komunikasi mempunyai pengaruh yang besar dalam keberlangsungan suatu organisasi. Dalam hal ini, pengaruh komunikasi meliputi penyampaian pesan dari atasan kepada bawahan, penyampaian pesan dari bawahan kepada atasan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, proses dalam manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, dan lain sebagainya. Keterampilan berkomunikasi juga dibutuhkan oleh pemimpin dalam menjalankan tugasnya. Pemimpin harus mampu berkomunikasi dengan melakukan penyusunan pesan secara baik dan benar.

Komunikasi juga mempunyai peranan dalam membangun iklim organisasi. Iklim yang baik dalam organisasi akan membantu memudahkan tercapainya visi misi organisasi dan mendukung berbagai aktivitas yang sedang dijalankan. Salah satu hal yang sangat dibutuhkan dalam suatu kelompok organisasi adalah iklim yang nyaman. Kenyamanan yang dirasakan anggota organisasi akan mendukung produktivitas kinerja yang dilakukan oleh masing-masing jabatan dalam organisasi, terutama dalam mengarahkan karyawan. Dan salah satu tugas pemimpin adalah menjaga agar iklim organisasi tersebut tetap nyaman dan kondusif.

Pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi pemimpin, terutama dalam memengaruhi orang lain. pemimpin sebagai penggerak bawahannya untuk bekerja bertugas meyakinkan para bawahannya untuk melakukan pekerjaan yang diharapkan. Seorang manajer dapat dijalankan fungsi-fungsi manajemen melalui interaksi dengan pihak lain. Dalam organisasi, ada dua jenis komunikasi, yaitu;

  1. Komunikasi Formal

Komunikasi formal berorientasi pada tujuan organisasi yang meliputi segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan dalam organisasi, bagaimana langkah atau cara kerja, serta berhubungan dengan target yang harus dicapai dalam organisasi. Komunikasi formal dibutuhkan dalam penetapan kebijakan, langkah kerja atau prosedur-prosedur dalam organisasi dan bersifat lebih kaku.

  1. Komunikasi Nonformal

Komunikasi nonformal berfokus pada tujuan organisasi melalui pembinaan individu-individu yang terlibat dalam pencapaian organisasi. Komunikasi nonformal biasa digunakan antara pemimpin dengan bawahannya atau sebaliknya untuk mengkritik hasil-hasil dari komunikasi formal. Melalui komunikasi nonformal ini individu-individu yang terlibat dalam organisasi dapat membuat ide gagasan yang keluar dari obrlan yang santai dan tidak kaku. Komunikasi informal dalam suatu kelompok berguna sebagai refleksi terhadap kebijakan-kebijakan yang ditetapkan. Karena komunikasi informal sering bersifat personal, maka dapat dijadikan sebagai pengikat hubungan antarindividu.

Hubungan antar komunikasi dalam organisasi dengan ilmu komunikasi berfokus pada individu-individu yang ada didalamnya yang berbeda dalam pembagian tugasnya masing-masing dan mereka terlibat dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

 

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/komunikasi-dalam-organisasi/