Intellectual Capital

           Intellectual capital terdiri atas sediaan dan aliran pengetahuan yang tersedia bagi suatu organisasi. Intellectual capital merupakan sumber daya tidak berwujud yang terdapat di dalam sumber daya yang berwujud (uang dan aset fisik) membentuk nilai pasar atau nilai keseluruhan suatu bisni. Bontis (1996;1998) mendefisinikan intellectual capital sebagai sumber daya tidak berwujud sebagai faktor-faktor selain berupa aset finansial dan fisik yang berkontribusi pada proses produksi nilai dari suatu perusahaan dan berada di bawa kontrol perushaan.

           Intellectual capital terdiri atas nilai dari semua hubungan baik di dalam maupun di luar organisasi, termasuk hubungan dengan konsumen dan pemasok (Edvinson & Malone, 1997). Mereka juga memasukkan nilai-nilai yang melekat pada sumber tidak berwujud tersebut seperti goodwill, citra korporasi, dan brand.

                  Terdapat 3 (tiga) untuk dari intellectual capital, diantaranya:

  1. Human capital – pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan kapasitas untuk berkembang dan berinovasi yang dimiliki manuisa dalam suatu organisasi.

 

  1. Social capital – struktur, jejaring, dan prosedur yang memungkinkan manusia-manusia tersebut mendapatkan dan mengembangkan intellectual capital yang direpresentasikan melalui simpanan dan aliran pengetahuan yang berasal dari hubungan baik di dalam maupun di luar organisasi.

 

  1. Organizational capital – pengetahuan institusional yang dimiliki organisasi, dan disimpan di dalam database, manual, dan sebagainya. Organizational capital sering disebut sebagai structural capital.

            Konsep tripartit intellectual capital menunjukkan bahwa, meskipun individual yang menghasilkan, mempertahankan, dan menggunakan pengetahuan (human capital), pengetahuan ini dikembangkan melalui interaksi di antara mereka (social capital) untuk menghasilkan pengetahuan instituasional yang dimiliki oleh organisasi (organizational capital).

            Menurut Chatzkel organisasi tidak lebih dari sekedar kepanjangan dari pemikiran dan tindakan manusia. Pencipta nilai dalam organisasi adalah pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan individu. Oleh karena itu, organisasi harus berfokus untuk menarik, mempertahankan, mengembangkan, dan memelihara human capital yang dimiliki oleh individu sebagai karyawan. Pengetahuan individual tersebut dipertahankan dan digunakan melalui proses manajemen pengetahuan dan yang harus diperhatikan adalah pertimbangan social capital, yaitu cara pengetahuan dikembangkan dengan melakukan interaksi antarmanusia. Intellectual capital berkembangan dan berubah sepanjang waktu, dan tindakan manusia memainkan peran penting dalam proses ini.

          Efektivitas organisasi juga bergantung pada penggunaan pengetahuan, yang perlu dikembangkan, ditangkap, dan dipertukarkan untuk mencapai organizational capital. Dalam melakukan hal tersebut, individu datang dan pergi tetapi organisasi tetap menyimpan pengetahuan seumur hidup.

          Intellectual capital memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Non Rivalrous, artinya sumber daya tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan oleh berbagai macam oemakai, di dalam lokasi yang berbeda dan pada saat yang bersamaan.
  2. Increasing Return, artinya mampu menghasilkan peningkatan keuntungan margin per incremental unit dari setiap investasi yang dilakukan.
  3. Not Additive, artinya nilai yang tercipta dapat terus menerus meningkat tanpa mengurangi unsur pokok dari sumber daya tersebut, karena sumber daya ini adalah codependent dalam penciptaan nilai.

         Menurut Brooking, suatu aset dapat disebut sebagai Intellectual Capital apabila memenuhi karakteristik sebaga berikut:

  • Aset yang memberikan perusahaan kekuatan dalam pasar
  • Aset yang menyajikan properti dari hasil pemikiran intellectual properti, seprti merk dagang, hak cipta, dll.
  • Aset yang memberikan organisasi kekuatan internal, seperti budaya organisasi, manajemen dan proses bisnis, kekuatan yang dihasilkan dari sistem teknologi informasi, dll.
  • Aset yang dihasilkan dari individu yang bekerja di dalam perusahaan, seperti pengetahuan kompetensi, kemampuan networking, dll.

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/intellectual-capital/