Human Capital Management

             Peran dan fungsi karyawan di dalam perusahaan terkadang dianggap sepele. Sumber daya manusia dengan berbagai skill yang berbeda banyak yang diganti setiap waktunya. Banyak perusahaan-perusahaan lokal dan multinasional yang tidak tanggung-tanggung hanya memberikan kontrak kerja pada waktu tertentu saja, kemudian setelah selesai masa kontrak kerja mereka, perusahaan akan merekrut karyawan baru, dan hal ini terjadi secara berulang-ulang. Pola yang tidak sehat ini memang dilakukan beberapa perusahaan untuk mengurangi biaya operasional perusahaan. Karyawan merupakan sumber daya manusia yang dapat diasah menjadi aset yang berharga bagi sebuah perusahaan, inilah yang kemudian diterapkan pada Human Capital Management.

             Human Capital adalah upaya mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia untuk mencapai tingkat terpenting yang lebih tinggi secara kinerja. Hal ini bukan berarti bahwa Human Capital dalam perusahaan disamakan posisinya antara manusia dengan mesin yang sama-sama merupakan aset yang berharga. Akan tetapi, lebih kepada peningkatan karyawan dalam pengambilan keputusan yang memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia melalui training dan pelatihan-pelatihan dalam peningkatan mutu organisasi perusahaan.

6 (enam) komponen yang harus dimiliki oleh Human Capital;

  1. Modal Intelektual

            Modal Intelektual adalah kemampuan seseorang untuk berpikir atau memikirkan sesuatu secara baru sehingga menghasilkan ide-ide dan pemikiran baru. Modal intelektual ini tidak selalu berpatokan pada tingginya tingkat pendidikan seseorang. Banyak seseorang yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi, tetapi karena ia seorang pemikir, hasil pemikiran dan gagasannya berkualitas, dan memiliki nilai, maka dapat diterima oleh masyarakat.

  1. Modal Emosional

            Modal emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengelola emosinya, dan memahami emosi orang lain sehingga mampu mengambil tindakan paling tepat dalam berinterkasi dengan orang tersebut.

  1. Modal Ketabahan

           Skill ketiga yang harus dimiliki oleh seorang Human Capital adalah modal ketabahan. Modal ketabahan merupakan kunci sukses seseorang dalam menjalani kehidupan pribadi maupun kehidupan dalam organisasi atau perusahaan.

            Human Capital yang sudah teruji ketika dihadapkan dengan kesulitan dan berbagai persoalan dalam hidup, mereka yang memandang masalah secara solutif, dimana masalah bukanlah suatu beban, akan tetapi masalah merupakan segala hal yang butuh penyelesaian dan harus diselesaikan, dan merekalah yang akan menghadirkan perubahan positif yang signifikan dilingkungan perusahaan.

  1. Modal Sosial

              Modal sosial erat kaitannya dengan hubungan antara manusia. Modal sosial merupakan kemampuan manusia untuk saling menghargai perbedaan yang terjadi dan hidup di dalam perbedaan tersebut, baik dalam masyaratakat maupun dalam lingkungan organisasi. Kemampuan inilah yang akan membuat seluruh Human Capital bersinergi dalam perbedaan, sehingga mereka mampu bekerjasama untuk meningkatkan kreativitas setiap Human Capital dalam perusahaan.

  1. Modal Moral

              Modal moral merupakan kemampuan Human Capital dalam mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam berperilaku, bertanggung jawab pada pekerjaan, memiliki sifat penyayang dan peduli sesama, serta bersifat pemaaf dengan tidak membalas perlakuan Human Capital lain yang tidak menyenangkan.

  1. Modal Kesehatan

              Seberapa kuatnya kelima skill Human Capital Management sebelumnya, tanpa modal kesehatan, kita tidak akan diterima dalam organisasi ataupun perusahaan. Modal kesehatan merupakan kemampuan utama manusia untuk dapat berpikir dengan kreatif, solutif, produktif, dan efisien.

 

Tugas Human Capital Management;

  1. Melakukan Proses Rekrutmen Karyawan

              Tugas Human Capital Management yang pertama adalah merekrut karyawan. Mulai dari proses perekrutan dengan memasang iklan lowongan di job perotal, mereview calon kandidat yang sesuai, melakukan panggilan interview via telepon atau WhatsApp, melakukan tes tertulis dan wawancara, sampai dengan tanda tangan kontrak kerja. Selain itu, PHK karena masa kontrak kerja, telah masuk usia pensiun, atau karena alasan pengurangan karyawan juga merupakan tugas dari Human Capital Management.

  1. Memberikan Job Desc dalam Struktur Organisasi

              Setelah proses perekrutan selesai, tugas Human Capital Management selanjutnya adalah menentukan job desc masing-masing karyawan baru dalam sistem organisasi yang telah ditentukan.

  1. Mengukur Beban Kerja Karyawan

             Ada saatnya sebuah perusahaan mengalami pasang surut dalam perjalannya. Ketika perusahaan berada di titik yang semakin berkembang dan pekerjaan semakin banyak, tugas Human Capital Management adalah menentukan apakah harus merekrut karyawan baru atau hanya menambah kebijakan overtime pada masing-masing karyawan.

  1. Memvalidasi Data

             Terdapat banyak data yang sudah disiapkan di meja kerja Human Capital Management, seperti kalim jaminan sosial, permohonan cuti karyawan, form gaji pegawai, dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi tugas Human Capital Managemnt untuk mengecek dan memvalidasi kembali apakah datanya sudah sesuai atau belum, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan.

  1. Menghitung Penyusutan Perlengkapan dan Peralatan Kerja Karyawan

             Setiap karyawan memiliki perlengkapan dan peralatan kerja yang akan mengalami akumulasi penyusutan setiap tahunnya. Karyawan yang bertanggung jawab pada tugas ini adalah Human Capital Management.

  1. Mengurus Gaji Karyawan

              Untuk memudahkan tugas Human Capital Management dalam sistem penggajian di perusahaan besar dengan jumlah karyawan ribuan orang, sebaiknya gunakan software payroll untuk meminimalisir terjadinya kesalahan input gaji karyawan.

  1. Menggunakan Teknologi Informasi

             Begitu banyaknya data yang harus dicetak dengan kertas oleh Human Capital Management yang sebenarnya dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi informasi. Dengan pemanfaatan teknologi informasi ini, kita dapat mengalihkan fungsi kertas ke departemen lainnya yang memang lebih membutuhkan.

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/human-capital-management/