Hubungan antara Human Capital Management dan Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis

             Dalam kaitannya dengan strategic HRM (Manajemen SDM strategis) Human Capital Management memberi dasar untuk melakukan evaluasi, diagnosisi, dan tindakan. Menurut Kearns (2006) Human Capital Management berkaitan langsung dengan hasil dan nilai, serta desain intervensi dan aktivitas yang sesuai.

            Manajemen Sumber Daya Manusia strategis adalah cara menyelaraskan manajemen Sumber Daya Manusia engan strategi bisnis. Manajemen Sumber Daya Manusia startegis merupakan pendekatan untuk mengembangkan kebijakan, program, dan praktik menejemen Sumber Daya Manusia agar selaras dengan upaya pencapaian tujuan strategis perusahaan.

            Baik manajemen Sumber Daya Manusia startegis meupun Human Capital Management pada dasarnya adalag manajemen berbasis sumber daya. Manajemen berbasis sumber daya menekankan pemanfaatan sumber daya seefektif dan seefisien mungkin untuk dapat mencapai tujuan yang startegis. Human Capital Management menekankan pentingnya human capital sebagai cara menambahkan nilai. Kontribusi Human Capital Management startegis terutama dalam hal pengukuran human capital.

            Perusahaan dapat memiliki keunggulan yang kompetitif apabila perusahaan tersebut mampu mendapatkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang memungkikannya belajar lebih cepat dan dapan menerapkan pembelajaran tersebut secara lebih efektif dibandingkan persaingnya. Keunggulan kompetitif yang berkelanjutan berasal dari akusisi dan pemanfaatan secara efektif sekumpulan sumber daya yang khas, yang tidak akan dapat ditiru oleh pesaing.

            Human Capital Management mengidentifikasi arah yang harus diambil untuk dapat meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia. Human Capital Management memberikan arah untuk mencapai startegic fit antara sumber daya dengan peluang, dan mendapatkan nilai tambah penggunaan human capital secaa efektif. Startegi berbasis sumber daya dapat mengembangkan kemampuan startegis dan menghasilkan menfaat sumber daya manusia. Pendekatan Human Capital Staretgis mencakup:

  1. Mengidentifikasi driver kinerja organisasi seperti pelayanan pelanggan, inovasi, kualitas, dan kepemimpinan dalam penjualan/biaya.
  2. Mengidentifikasi dan menetapkan atribut utama yang dibutuhkan karyawan untuk memberikan kinerja unggul. Tingkat kepemilikan atribut ini dapat dimasukkan ke dalam penilaian kinerja.
  3. Membuat hubungan langsung antara perubahan startegis korporasi dengan perubahan nilai yang harus dimiliki karyawan. Unsur utama dari strategi bisnis adalah memperkuat brand selfridge. Konsekuensinya, perusahaan akan mendorong karyawan untuk meningkatkan citra brand. Perusahaan mengembangkan alat penilaian kompetensi dan perilaku yang terkait dengan upaya peningkatan brand. Alat ini daoat digunakan baik pada saat perekrutan maupun promosi karyawan.

           Dalam hubungan antara manajemen Sumber Daya Manusia startegis dengan Human Capital Management mengacu pada kebutuhan organisasi untuk mengembangkan sistem kinerja tinggi dalam organisasi. Dalam organisasi yang memiliki sistem kinerja tinggi, eksekutif Sumber Daya Manusia dan yang lainnya memandang sistem Sumber Daya Manusia sebagai bagian integral dari startegi perusahaan. Peran Human Capital Manajemen adalah pada pengukuran. Perusahaan mengelola dan mengukur hubungan antara sistem SDM dan sistem implementasi startegi dengan kinerja perusahaan. Sistem kerja berkinerja tinggi merupakan bagian penting dalam pendekatan ini, yaitu dalam hal:

  • Menghubungkan keputusan seleksi dan promosi perusahaan untuk memvalidasi model kompetensi
  • Mengembangkan strategi yang mendukung secara efektif dan tepat waktu keahlian yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan strategi perusahaan
  • Melaksanakan kebijakan kompensasi dan manajemen kinerja yang dapat menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan berkinerja tinggi

           Organisasi berkinerja tinggi sebagai bagian dari program Human Capital Management-nya sebagai berikut:

  • Pegawai memahami perisis harapan perusahaan terhadap mereka-mereka yang mengetahu secara jelas mengenai tujuan dan tanggung jawab mereka masing-masing
  • Mereka memiliki keahlian dan kompetensi masing-masing untuk mencapai tujuan
  • Kinerja tinggi dihargai dan diberi imbalan yang sesuai
  • Karyawan harus melaksanakan pekerjaan yang bermakna, terhadap kecocokan pekerjaan yang bermakna, terdapat kecocokan antara kemampuan dan tugas yang dilaksanakan.
  • Manajer bertindak sebagai pemimpin dan coach yang memberi dukungan, umpan balik secara teratur, mengevaluasi kinerja, dan mengembangkan kinerja.
  • Talent pooli menjamin pasokan tenaga berkinerja tinggi secara berkelanjutan untuk peran-peran kunci.
  • Terdapat iklim kepercayaan dan kerja sama tim yang diarahkan untuk memberikan layanan yang berbeda kepada pelanggan.

 

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/hubungan-antara-…anusia-strategis/