Coaching Inside Out

             Metodologi dasar coaching, yaitu : membangkitkan potensi untuk mamksimalkan prestasi. Prestasi disini diartikan secara umum sebagai kinerja atau pencapaian. Pada intinya coaching membantu kita untuk belajar dibandingkan diajari. Setiap orang memiliki kemampuan belajar. Yang diperlukan adalah orang yang dapat menjadi mitra kita berpikir dan menyadari semua potensi yang kita miliki. ICF sendiri mendefinisikan sebagai hubungan kemitraan dengan individu melalui proses kreatif untuk memaksimalkan potensi personal dan profesionalnya.

            Dari definisinya tersebut kita dapat tarik beberapa prinsip penting antara lain;

  • Coaching merupakan hubungan kemitraan secara profesional yang dibangun antara coach dan coachee (orang yang menerima coaching) untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama.
  • Coaching melibatkan proses berpikir kreatif yang idalamnya terdapat pengamatan non-judgemental, pemetaan situasi dan penggalian ide.
  • Coaching fokus kepada pengembangan potensi diri untuk dapar memaksimalkan pengetahuan, kecakapan, dan kekuatan yang sudah disadari.
  • Proses membangkitkan kesadaran diawali dari pengenalan pola perilaku, termasuk kebiasaan, kelemahan, dan hambatan mental yang dimiliki.

            Tidak seperti training yang cenderung bersifat jangka pendek, coaching membutuhkan waktu melalui serangkaian pertemuan yang berkesinambungan. Di setiap pertemuan coach dan coachee melakukan review terhadap hasil yang telah dicapai. Perbaikan dan pemecahan masalah dilakukan untuk mengatasi tantangan yang ada. Coach bertanya, mengeksplor dan bertukar pikiran dengan coachee untuk memunculkan ide-ide perubahan.

            Tidak jarang coach mengizinkan coachee untuk bereksperimen dengan tindakannya. Coachee mungkin saja melakukan kesalahan, namun coachee mendapatkan pembelajaran dan selanjutnya membuat tindakan berbeda untuk hasil yang lebih baik. Peran coach di sini sebagai mitra yang memberikan feedback dari pengamatan yang sifatnya non-judgemental. Pada akhirnya, coachee dapat belajar mengenali dirinya dan tumbuh menjadi individu yang lebih dewasa dari kesuksesan dan kegagalan yang dialaminya.

Memancing Berpikir Kreatif

            Pada praktiknya kita hanya membutuhkan 1-2 menit ekstra untuk menggali karyawan yang mengalami kesulitan. Dengan sedikit kesabaran dan teknik bertanya yang eksploratif, kita akan mendapatkan hasil yang berbeda. Karyawan kita pun akan terpancing untuk berpikir kreatif yang pada akhirnya potensi karyawan tersebut dapat bekerja dengan maksimal.

            Coaching juga dapat diterapkan ­on-the-spot ketika terdapat masalah. Namun akan lebih baik lagi apabila coaching dituangkan kedalam suatu rencana pengembangan individu. Kita dan coachee sepakat untuk bekerjasama mengembangkan potensi dirinya di beberapa aspek kompetensi dan perubahan perilaku.

Memaksimalkan Potensi

                   Dalam coaching, potensi yang dimaksud meliputi;

  • Knowledge atau pengetahuan, meliputi semua hal yang kita ketahuii dari hasil proses belajar baik melalui membaca, duduk di kelas, maupun berdiskusi dengan orang lain.
  • Skill atau kecakapan, merupakan pengetahuan yang kita praktikan dan dilatih terus menerus sehingga menjadi kecakapan. Dari praktik yang dijalankan, pengetahuan kita pun bertambah dalam bentuk pengalaman dan experience.
  • Talent atau talenta, talent tidak sama dengan bakat bawaan atau aptitude. Talent didefinisikan sebagai pola pikir (thought), perasaan (feeling), dan perilaku (behavior) yang muncul secara natural. Talent yang dimaksud lebih bersifat mental yaitu kecenderungan psikologis diri kita dalam merespons suatu kejadian dengan cara berpikir, merasakan, dan bertindak yang masing-masing orang dapat berbeda-beda.
  • Strength atau kekuatan sebagai kombinasi dari itu semua.

             Individu yang telah bekerja lama di perusahaan pada umumnya mmeiliki knowledge dan skill yang sudah memadai. Beberapa diantara mereka menunjukkan kinerja yang bagus. Oleh karena itu mereka dianggap sebagai high potentials, individu yang berpotensi. Kebanyak dari kita menganggap mereka yang sudah bagus tidak mendapatkan coaching karena merasa mereka sudah capable. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Mereka tetap membutuhkan coaching agar dapat berkembang dari yang sudah bagus menjadi lebih bagus lagi, istilahnya from strong to stronger.

Orientasi pada Tujuan

            Semua proses coaching dilakukan dalam bentuk percakapan. Percakapan coaching atau coaching conversation, nampak seperti ngobrol-ngobrol biasa. Namun jika kita cermati, seorang coach tidak bertanya sembarangan. Ia memperhatikan kata-kata yang diucapkan oleh coachee sambil memahami proses berpikirnya. Tidak jarang coach men-challenge cara berpikir coachee yang nemapknya diperngaruhi oleh asumsi pribadi dan persepsinya yang terbatas dalam melihat realita. Coach pun dapat memberikan feedback dan saran yang memang merupakan hasil dari pendalaman situasi si coachee. Dalam konteks ini, coach seperti cermin yang memabntu coachee melihat blind spot, area yang tidak disadarinya.

            Coaching bersifat progresif, artinya terdapat kemajuan di setiap tahap dalam perjalanan mencapai tujuan. Sesi coaching diarahkan untuk memunculkan kesadaran baru tentang perilaku dan juga gap kompetensi, apabila memang terdapart knowledge atau skill yang perlu dikuasai oleh coachee.

            Coaching bersifat jangka panjang dan dalam proses perjalannya dapat ditemykan banyak hal yang sebelumnya tidak diketahui oleh coach dan coachee. Coaching membuka kemungkinan-kemungkinan baru yang barangkali dapat mengubah tujuan yang semula disepakati bersama. Selama perubahan tersebut disepakai oleh kedua belah pihak, coaching masin on-track dengan prinsip kemitraan.

            Dalam konteks organisasi, perubahan tujuan coaching perlu dikomunikasikan kepada semua pihak yang terkait. Apabila program coaching difasilitasi oleh coach eksternal, perubahan ini perlu disepakai oleh coach, coachee, atasannya, pihak sponsor, dan manajemen terkait.

 

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/coaching-inside-out/