Cara Meningkatkan Resiliensi Bagi Karyawan

             Resiliensi merupakan proses dinamis dimana indvidu menunjukkan fungsi adaptif dalam menghadapi adversity yang berperan penting bagi dirinya. Resiliensi menggambarkan kemampuan individu untuk merespons trauma yang dihadapi dengan cara-cara yang sehat dan produktif. Secara umum, resiliensi ditandai oleh sejumlah karakterisrik, yaitu adanya kemampuan dalam menghadapi kesulitan, ketangguhan dalam menghadapi stres ataupun bangkit dari trauma yang dialami. Resiliensi bukan sebuah sifat yang menetap pada diri individu, merupakan hasil transaski yang dinamis antara kekuatan dari luat dengan kekuatan dari dalam diri individu. Resiliensi dalam pengertian ini tidak dilihat sebagai atribut yang pasti atau semata-mata sebuah iuran, namun sebagai sebuah proses dinamis yang berkembang sepanjang waktu.

             Resiliensi akan memberikan dampak positif bagi karyawan. Terdapat tujuh cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan resiliensi karyawan, yaitu;

  1. Beban Kerja yang Bertahap

             Salah satu hal yang mendukung efikasi diri adalah ketika seseorang merasa mampu melakukan sesuatu. Perasaan ini tentu bukan sesuatu yang langsng jatuh sekaligus, melainkan dipupuk sedikit demi sedikit. Untuk itu, perusahaan perlu memberikan beban kerja secara bertahap, terutama bagi karyawan baru.

            Beban kerja yang bertahap memberikan kesempatan bagi karyawan baru untuk lebih merasa percaya diri akan kemampuannya. Hal ini juga memberika waktu bagi karyawan baru untuk terbiasa dengan ritme, budaya, dan beban kerja perusahaan. Dengan demikian, resiliensi karyawan dapat dilatih sedikit demi sedikit agar lama-lama menjadi bukit.

  1. Mengadakan Outbond Workshop

            Outbond merupakan cara terbaik untuk menyimulasikan kondisi dan tantangan dalam suasana yang menyenangkan. Dalam outbond yang mengandung tantangan, karyawan akan dilatih untuk tetap tenang meski berada dalam tekanan. Karyawan yang menunjukkan performa baik dama outbond bertantangan sering menunjukkan peningkatan kemampuan regulasi diri.

             Peningkatan kemampuan regulasi diri ini diharapkan akan terbawa ketika karyawan tersebut berhadapan dengan tantangan kerja yang nyata. Dalam suasana kerja yang penuh dengan tantanagn dan tekanan, karyawan akan menunjukkan tingkat resiliensinya. Semakin karyawan tersebut mampu mengalahkan tekanan yang datang, semakinmatang dan kuat resiliensi karyawan tersebut.

  1. Reward and Punishment Program

             Untuk mengontrol dorongan dari dalam memang tergantung diri individu itu sendiri. Namun, bukan berarti tidak ada cara untuk mempengaruhinya. Penerapan metode psikologi tingkah laku dapat dilakukan. Salah satunya dengan pemberian reward and punishment program.

             Meski reward and punishment program merupakan bentuk dorongan dari luar, bukan berarti tidak berpengaruh ke internal karyawan. Dorongan dari luar yang memaksa karyawan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dapat membekas dalam jangka panajng. Seperti halnya puasa untuk melatih kesabaran, program ini juga mampu melatih resiliensi karyawan.

  1. Pendidikan dan Pelatihan

            Kecepatan kemampuan adaptasi dan problem solving seseorang sering dikaitkan dengan IQ. Meski kemampuan tersebut berbeda-beda, namun dalam penerapannya, orang yang pernah menghadapi masalah yang sama lebih mudah menyelesaikannya. Ini menandakan bahwa pendidikan dan pelatihan dapat memberikan dampak yang signifikan.

            Untuk meningkatkan kemampuan analisa dari karyawan, yang bersangkutan perlu mendapatkan pendidikan dan pelatiha, tentu akan lebih baik jika pendidikan dan pelatihan tersebut dikaitkan dengan bidang kerjanya. dengan demikian, ini akan mengembangkan kemampuan analisa karyawan tersebut menyelesaikan masalah, yang pada akhirnya juga akan meningkatkan resiliensi karyawan tersebut.

  1. Bimbingan Spiritual

              Sangat disayangkan, banyak pakar manajemen yang tidak memperhitungkan unsur spiritual. Padahal bimbingan spiritual diyakini mampu merubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karenanya, perusahaan dapat menyediakan bimbingan spiritual bagi karyawan secara berkala agar resiliensi karyawan tetap terjaga.

  1. Employee Volunteering

              Kegiatan ini mengarahkan karyawan untuk mengikuti kegiatan sukarelawan dengan berbagai atau menolong orang lain yang membutuhkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan empati, melembutkan hati, dan menghaluskan budi pekerti. Para karyawan pun dapat mengasah empati dan resiliensinya dengan baik.

  1. Merutinkan Program Peningkatan Resileinsi Karyawan

             Peningkatan aspek positif merupakan imbas dari program-program positif yang dilakukan secara jangka panjang yang dilakukan secara jangka panjang. Untuk itu, dibutuhkan konsistensi dalam menjalankan semua program resiliensi yang telah dibahas sebelumnya. Perusahaan perlu menyediakan anggaran dan waktu untuk program-program tersebut agar dapat berjalan secara rutin.

 

 

Artikel dapat dilihat di https://ardanakonsultan.com/artikel/cara-meningkatka…si-bagi-karyawan/